Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Di Solok Selatan

Shoppe Mall

Solok Selatan Perkuat Budaya Sadar dan Siaga Bencana Lewat Sekolah Lapang Gempa Bumi

Solok Selatan – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat budaya sadar dan siaga bencana di tengah masyarakat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) bertema “10 Tahun SLG: Membangun Budaya Sadar, Siaga, dan Selamat dalam Menghadapi Gempabumi dan Tsunami.”

Kegiatan berlangsung di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan. Acara ini dihadiri Bupati Solok Selatan H. Khairunas, Wakil Bupati Yulian Efi, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, serta Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono. Jajaran BMKG Wilayah I dan Stasiun Geofisika Padang Panjang juga turut hadir.

Shoppe Mall

baca juga : Wisata Danau di Solok Meningkat, Homestay Tumbuh Pesat

Peserta berasal dari berbagai unsur, seperti masyarakat umum, BPBD, relawan, dan pegiat kebencanaan. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa di wilayah segmen Suliti, salah satu patahan aktif di Sumatera Barat.


Bupati Minta Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah

Bupati H. Khairunas mengapresiasi langkah BMKG dan DPR RI yang terus mendorong edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Ia menilai, pelatihan seperti SLG sangat penting untuk membentuk masyarakat tangguh.

Komisi V DPR RI Dan BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Di Solok Selatan: Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana - minangsatu.com

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana. Edukasi tidak cukup teori, perlu latihan nyata agar masyarakat tahu langkah cepat saat gempa terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Khairunas juga mendorong agar materi mitigasi bencana masuk dalam kurikulum lokal, mulai dari PAUD hingga SMP. Ia menegaskan, pengetahuan kebencanaan harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap bekerja sama dengan BMKG dan Dinas Pendidikan untuk mewujudkan langkah tersebut.


DPR RI Soroti Patahan Aktif di Solok Selatan

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyoroti posisi geografis Solok Selatan yang dilalui empat patahan aktif: Suliti, Siulak, Sumani, dan Sianok. Ia menilai, BMKG perlu memperkuat kajian ilmiah terhadap potensi pergerakan di wilayah tersebut.

“BMKG perlu melakukan kajian mendalam terhadap patahan-patahan ini. Tapi kita juga harus ingat, korban gempa bukan karena gempanya, melainkan karena bangunan yang tidak tahan gempa,” tegas Zigo.

Menurutnya, pemerintah perlu memperketat regulasi bangunan tahan gempa. Pengawasan konstruksi juga harus berjalan ketat, terutama di kawasan rawan bencana. Ia mengapresiasi upaya BMKG yang terus menanamkan budaya kesiapsiagaan kepada masyarakat.

Selain itu, Zigo menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti SLG perlu digelar rutin di berbagai daerah. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami risiko dan mampu menyelamatkan diri saat bencana datang.


BMKG Tekankan Konsep “Zero Victim”

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono menekankan pentingnya konsep “zero victim” atau tanpa korban jiwa. Menurutnya, masyarakat dapat mencapai hal itu jika memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana.

“Kita harus hidup harmoni dengan gempa. Dengan mitigasi yang baik, Solok Selatan bisa aman sekaligus menarik bagi investasi,” kata Daryono.

BMKG, lanjutnya, akan memperkuat jaringan pengamatan gempa di Sumatera Barat. Selain itu, lembaga tersebut berencana meningkatkan sistem peringatan dini agar masyarakat mendapat informasi cepat dan akurat.

Dr. Daryono juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan seperti SLG sebagai budaya. Dengan pelatihan rutin, masyarakat akan terbiasa bersikap tenang dan sigap saat gempa terjadi.


Warga Antusias Ikuti Pelatihan Siaga Bencana

Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti simulasi tanggap darurat, latihan evakuasi, dan pemetaan risiko gempa. Mereka juga diajak mengenali tanda-tanda alam yang bisa menjadi peringatan dini.
Melalui metode praktik langsung, peserta belajar cara melindungi diri dan membantu orang lain ketika bencana terjadi.

baca juga : PT Semen Padang Salurkan 250 Zak Semen untuk Korban

Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Solok Selatan menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan BMKG dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diyakini mampu menumbuhkan budaya sadar bencana, bukan dengan rasa takut, melainkan dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan tindakan nyata yang menyelamatkan.

Shoppe Mall