Solok – Wisata Danau Menurut data dari Dinas Pariwisata Solok (hingga pertengahan 2025), jumlah kunjungan ke destinasi danau meningkat hingga 35% dibanding tahun sebelumnya. Libur panjang, promosi digital, hingga event budaya lokal menjadi pemicu utamanya.
Dan bukan cuma sekadar datang, banyak wisatawan kini memilih menginap lebih lama—membuka peluang emas bagi warga lokal.
Homestay Tumbuh Cepat: Dari Rumah ke Penginapan
Jika lima tahun lalu jumlah homestay bisa dihitung dengan jari, kini desa-desa di sekitar danau mengalami lonjakan pembangunan homestay secara organik.
Fakta Menarik:
-
Lebih dari 120 homestay baru terdata sejak 2023.
-
Banyak warga menyulap rumah tradisional menjadi penginapan bergaya etnik-modern.
-
Harga terjangkau: mulai dari Rp150.000 – Rp350.000 per malam.
-
Beberapa homestay bahkan sudah terdaftar di platform online seperti Airbnb dan Traveloka.

Baca Juga : PT Semen Padang Salurkan 250 Zak Semen untuk Korban
Wisatawan Cari “Rasa Rumah”
Kenapa homestay makin diminati?
“Hotel bagus, tapi homestay lebih terasa suasananya. Bangun pagi lihat danau, dengar ayam berkokok, makan nasi lado ijo hangat—itu pengalaman yang nggak bisa diganti,” ujar Niken, wisatawan asal Jakarta yang menginap seminggu di Danau Di Atas.
Tren wisata kini memang bergeser ke arah “slow travel” — di mana wisatawan ingin lebih santai, menyatu dengan alam, dan merasakan kehidupan lokal. Dan Solok menjawab tren itu dengan baik.
Tantangan: Infrastruktur & Pelatihan
Di balik pertumbuhan ini, ada PR besar. Beberapa pengelola homestay masih belajar soal standar layanan, kebersihan, hingga pemasaran digital.
Pemerintah daerah, lewat program pelatihan UMKM dan sertifikasi homestay, mulai memberikan pendampingan. Targetnya: Solok tidak hanya ramai wisatawan, tapi juga siap secara kualitas.
Potensi Wisata Berbasis Komunitas
Solok tidak sedang membangun resor besar. Tapi Solok sedang membangun ekosistem pariwisata yang berakar pada komunitas: masyarakat jadi pelaku utama, bukan sekadar penonton.
Dengan terus menggandeng warga lokal, menjaga kelestarian danau, dan meningkatkan layanan, Solok punya peluang menjadi model pariwisata berkelanjutan di Sumatera Barat.






