Solok – Tragis Pemuda kembali mengguncang Kota Solok. Seorang pemuda ditemukan tewas akibat luka tikaman yang dilakukan oleh rekannya sendiri saat mereka tengah mengisap lem bersama.
Tragis Pemuda Peristiwa ini terjadi di sebuah lokasi yang dikenal sebagai tempat tongkrongan anak muda di salah satu sudut kota.
Mereka mengisap lem secara beramai-ramai di lokasi kejadian.
Tikaman itu mengenai bagian vital tubuh korban. Saksi mata menyebutkan bahwa korban langsung tersungkur dan berlumuran darah, sementara pelaku melarikan diri.
Baca Juga : Bukit Gagoan Solok Terbakar, 30 Hektare Lahan Hangus, Api Masih Mengamuk
Warga sekitar yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi dan menemukan korban sudah dalam kondisi kritis.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.
Polisi menyebutkan bahwa pelaku merupakan rekan dekat korban.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.
Tragedi ini menjadi bukti nyata dari bahaya penyalahgunaan zat adiktif seperti lem, yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga bisa memicu tindakan kekerasan.
Banyak pihak menilai kejadian ini sebagai sinyal darurat akan maraknya penyalahgunaan zat adiktif di kalangan generasi muda, terutama di daerah-daerah kecil.
Warga sekitar lokasi kejadian juga merasa khawatir dan mendesak aparat untuk menertibkan area tersebut agar tidak lagi menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda yang menyimpang.
Tokoh masyarakat Kota Solok turut menyuarakan keprihatinannya dan mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan zat adiktif.
Lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada rehabilitasi pemuda pecandu juga menyerukan perlunya pendekatan lebih humanis dan program pencegahan sejak dini.
Selain itu, orang tua juga diimbau untuk lebih waspada ini
Tragedi ini menjadi pelajaran pahit bagi banyak pihak. Bahwa kejahatan tidak hanya berasal dari luar, tapi bisa muncul dari lingkungan terdekat.
Masyarakat kini mulai bergerak untuk membentuk komunitas anti-narkoba di tingkat RT dan kelurahan sebagai bentuk kepedulian bersama.






