Solok – Sopir Truk Asal Sebuah peristiwa tragis menyelimuti ruas jalanan di wilayah Ogan Ilir. Bukan karena kecelakaan biasa. Kali ini, seorang sopir truk asal Solok, Sumatera Barat, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan—terpanggang hidup-hidup di dalam kendaraannya sendiri.
Lebih dari sekadar kecelakaan, kejadian ini langsung membuat publik geram. Pasalnya, insiden ini diduga kuat merupakan tindak pembunuhan berencana. Untungnya, aparat bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap.
Detik-Detik Kejadian: Truk Terbakar, Tapi Ada yang Janggal
Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, saat jalanan mulai sepi. Truk korban, yang biasanya melintas membawa muatan barang logistik, ditemukan dalam kondisi terbakar di sebuah lokasi yang cukup terpencil di wilayah Ogan Ilir.
Warga yang melihat api dari kejauhan awalnya mengira itu hanya insiden kebakaran mesin. Namun setelah api padam, semua berubah. Di balik kemudi, terdapat tubuh manusia yang hangus terbakar.
Korban diidentifikasi sebagai Zulfikar (42), warga Solok, yang dikenal sebagai sopir truk antar-provinsi. Tubuhnya sulit dikenali, namun berhasil diidentifikasi lewat plat truk dan dokumen yang selamat di saku jaketnya.
Bukan Kecelakaan, Tapi Pembunuhan

Baca Juga : Tahanan Polsek Samarinda Kabur 6 Ditangkap-9 Masih Diburu
Polisi langsung melakukan olah TKP. Hasil awal mengarah ke dugaan kuat bahwa truk sengaja dibakar, dan korban sudah tidak berdaya sebelum api menyala. Dugaan ini diperkuat dengan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Nurwandi, menyampaikan bahwa motif pembunuhan diduga karena perselisihan pribadi yang berujung pada tindakan brutal. Pelaku disebut sempat bepergian bersama korban sebelum kejadian.
“Kami berhasil menangkap satu orang pelaku di lokasi berbeda. Saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif. Motif awal diduga karena dendam pribadi,” ungkap Kapolres kepada awak media.
Pelaku Ditangkap, Tapi Luka Tak Bisa Hilang
Dari hasil penyelidikan, R diduga sudah merencanakan aksi kejam ini. Ia sempat ikut menumpang dalam perjalanan truk korban, lalu melakukan aksinya saat kondisi jalan sepi dan korban lengah.
Warga sekitar dan rekan sesama sopir mengaku kaget dan sedih. Zulfikar dikenal sebagai pribadi ramah dan tidak pernah punya masalah dengan sesama sopir.
“Dia sering ngopi bareng kalau sedang istirahat. Orangnya baik, enggak pernah ribut,” ujar Dedi, sopir truk lintas Sumatera.
Peringatan Keras: Jalanan Tak Selalu Soal Roda dan Asap
Kisah pilu ini menjadi pengingat bahwa risiko di jalan bukan cuma soal tabrakan atau ban pecah. Dunia transportasi antar-provinsi menyimpan banyak sisi gelap yang jarang terlihat: dari konflik antar-sopir, tindak kriminal, hingga pembunuhan seperti ini.
Kini, polisi masih mendalami kemungkinan ada pelaku lain, atau apakah tindakan pembakaran itu untuk menghilangkan jejak atau sekadar melampiaskan amarah.






