Solok – Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia, pernah menyebut bahwa jika nanti sudah pensiun dari jabatannya, ia punya mobil impian yang ingin dibelinya.
Mobil impian tersebut adalah Toyota Prius PHV (Plug-in Hybrid Vehicle) Gazoo Racing (GR), sebuah mobil ramah lingkungan berteknologi hibrid yang dapat diisi ulang lewat listrik
Dalam kunjungannya ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Sri Mulyani menyempatkan diri melihat-lihat Toyota Prius PHV, memperhatikan detail interior dan panel dashboardnya.
Ia bahkan sempat berkata, “Interiornya bagus juga ya,” ketika melihat Toyota Prius PHV tersebut.
Saat itu, Sri menyatakan, “Kalau saya pensiun menteri naik ini (Prius Hybrid). Keren, ini mobil saya sesudah jadi menteri.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pilihan Prius PHV bukan sekadar keinginan estetis, melainkan terkait pengalaman pribadi Sri Mulyani saat bertugas di luar negeri.
Ternyata, selama enam tahun bekerja di Amerika Serikat, Sri Mulyani pernah mengendarai Toyota Prius Hybrid dalam aktivitas sehari-harinya.
Pengalaman menggunakan Prius di Amerika telah membentuk kedekatan emosional terhadap teknologi hibrid, menjadikannya sebagai pilihan ideal pascapensiun.
Baca Juga : Gojek Benarkan Perwakilan Ojol Temui Gibran Mitra Sejak 2015
Ia menyebut bahwa teknologi hibrid ini relevan dengan visi mobilitas masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Volkswagen yang digandrungi banyak kalangan ini
Pernyataan ini muncul beberapa tahun lalu—pada GIIAS 2019—menunjukkan bahwa keinginan ini memang sudah lama ia simpan.
Sejak itu, tak banyak lagi informasi terkini apakah keinginan tersebut masih melekat atau telah berubah. Namun nostalgia terhadap Prius Hybrid tetap melekat.
Kehadiran Sri Mulyani di GIIAS dan minatnya terhadap mobil hibrid menunjukkan konsistensi semangatnya terhadap teknologi berkelanjutan.
Prius PHV Gazoo Racing (GR) menawarkan kombinasi performa sporty dan efisiensi bahan bakar, aspek yang mungkin menarik bagi Sri Mulyani.
Ia juga menambah pemaknaan bahwa perilaku pejabat tinggi terhadap lingkungan bisa memberi inspirasi publik.
Hal ini menunjukkan ia memahami bahwa infrastruktur pengisian listrik belum merata, sehingga PHEV lebih praktis.



