Solok – Kota Solok Sumbar 29 November 2025 – Bencana banjir melanda Kota Solok, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu (26/11) malam, mengakibatkan ribuan warga terdampak dan sejumlah fasilitas umum terendam.
Hingga saat ini, data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok menyebutkan bahwa sebanyak 3.362 warga harus mengungsi dan menerima bantuan darurat setelah rumah dan pemukiman mereka terendam banjir.

Banjir ini merupakan akibat dari curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir, yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di wilayah tersebut, termasuk Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Kuranji yang mengalir melalui kota.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya penyumbatan di beberapa saluran drainase akibat sampah, yang memperlambat aliran air dan menyebabkan genangan yang semakin tinggi.
Kota Solok Sumbar Banjir Melanda Sejumlah Kecamatan
Hujan deras yang turun pada malam hari menyebabkan sungai-sungai di Kota Solok meluap pada dini hari, menggenangi sejumlah kecamatan di kota ini, antara lain Kecamatan Solok Selatan, Solok Timur, dan Kecamatan Kota Solok.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah kawasan sekitar Sungai Batang Lembang, yang melintas di pusat kota. Ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter, menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga.
Sebagian besar rumah yang terendam adalah rumah dengan struktur bangunan yang lebih rendah, terutama yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, dan sekolah juga turut terdampak.
“Banjir kali ini sangat besar. Kami tidak menyangka air akan naik setinggi ini. Banyak barang-barang rumah tangga kami yang rusak,” ujar salah seorang warga, Santi, yang tinggal di kawasan Solok Selatan.
Jumlah Korban dan Kerusakan Materiil
Menurut data yang disampaikan oleh Kepala BPBD Kota Solok, Hasrul, sebanyak 3.362 warga yang tersebar di beberapa kecamatan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebagian besar pengungsi tinggal di posko-posko yang disiapkan oleh pemerintah setempat, sementara sebagian lagi mengungsi di rumah keluarga atau tetangga.
Tidak hanya rumah, beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan, termasuk jembatan yang terputus dan beberapa jalan yang tertutup lumpur dan puing-puing bangunan.
Saat ini kami sedang fokus pada penanganan pengungsi dan distribusi bantuan. Prioritas utama adalah memberikan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara,” kata Hasrul.
Tanggapan Pemerintah dan Tim SAR
Pemerintah Kota Solok, bersama dengan BPBD, Tim SAR, dan sejumlah relawan, telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada korban banjir.
“Kami telah mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk membantu masyarakat yang terdampak. Selain itu, kami juga akan segera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir,” kata Zul Elfian.
Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan tidak ada warga yang terjebak dalam banjir.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Solok juga telah turun ke lapangan untuk memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi, termasuk pengobatan untuk luka-luka akibat banjir dan penyakit yang mungkin timbul akibat kondisi lingkungan yang tergenang.
Dampak Lingkungan dan Infrastruktur
Banjir yang melanda Kota Solok juga mengungkapkan beberapa masalah struktural dan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Salah satu penyebab utama banjir adalah tidak maksimalnya sistem drainase yang ada di kota ini, di mana banyak saluran air yang tersumbat akibat sampah dan kurangnya pemeliharaan.
Selain itu, beberapa titik di sepanjang sungai juga mengalami pendangkalan yang memperparah luapan air. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk merencanakan perbaikan sistem drainase dan penguatan infrastruktur untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan,” kata Wali Kota Solok.
Namun, di balik bencana ini, upaya gotong royong warga dan relawan terlihat sangat nyata. Banyak warga yang saling membantu membersihkan puing-puing rumah mereka dan membantu evakuasi sesama korban banjir. “Ini saatnya kita bergotong royong. Kami akan tetap bertahan, dan kami tahu pemerintah akan mendukung kami,” ujar seorang warga yang terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Selain bantuan darurat, pemerintah setempat juga memprioritaskan langkah-langkah pemulihan jangka panjang, termasuk perbaikan rumah-rumah yang rusak dan pemulihan ekonomi bagi warga yang terdampak.
Banjir yang melanda Kota Solok ini menambah panjang deretan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, mengingat curah hujan yang tinggi di musim penghujan kali ini. Bagi Kota Solok, ini merupakan peringatan bagi pentingnya memperkuat sistem mitigasi bencana dan memperbaiki infrastruktur agar bencana serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Penutupan dan Harapan
Bencana banjir di Kota Solok ini memang meninggalkan kesedihan dan kerugian materiil yang besar bagi warganya. Namun, semangat kebersamaan, bantuan dari pemerintah, dan gotong royong antarwarga memberikan harapan untuk pemulihan yang cepat. Pemerintah Kota Solok berjanji akan terus berupaya memulihkan keadaan, dan memastikan bantuan sampai kepada semua yang membutuhkan.
“Ini adalah ujian berat bagi kami, namun kami yakin bersama-sama kita akan menghadapinya. Kami akan memastikan bahwa semua warga yang terdampak bisa mendapatkan pemulihan dengan cepat dan sebaik mungkin,” tutup Wali Kota Zul Elfian.
Semoga proses pemulihan dapat berjalan lancar, dan Kota Solok kembali bangkit lebih kuat setelah menghadapi bencana ini






