Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

5 Fakta Warung Bakso di Pasarkliwon Solo Viral Disebut Nonhalal

Shoppe Mall

Solok – 5 Fakta Warung Warga Solo baru-baru ini dihebohkan oleh kabar viral mengenai sebuah warung bakso di kawasan Pasarkliwon, Kota Surakarta, yang disebut-sebut menjual bakso nonhalal. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah unggahan warganet menyebut bahwa bahan daging yang digunakan bukan dari sapi, melainkan daging babi.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar luas dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. Banyak yang merasa khawatir dan kecewa, mengingat kawasan Pasarkliwon dikenal sebagai daerah dengan komunitas muslim yang cukup kuat. Namun, tak sedikit juga yang meminta agar publik tidak langsung menilai sebelum ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Shoppe Mall

Berikut ini lima fakta penting yang berhasil dihimpun terkait warung bakso di Pasarkliwon Solo yang viral disebut nonhalal:


1. 5 Fakta Warung Viral dari Unggahan Media Sosial

Kasus ini bermula dari sebuah unggahan di platform Facebook dan TikTok yang menampilkan foto mangkuk bakso dari warung tersebut. Dalam unggahan itu, seorang pengguna akun menulis bahwa dirinya mencurigai rasa dan tekstur daging bakso berbeda dari biasanya.

5 Fakta Warung
5 Fakta Warung

Baca Juga : Vonis Mati untuk Dalang Perampokan-Pembunuhan Sadis 4 Pencari Kayu Gaharu

Unggahan itu kemudian menyebar luas, ditonton ribuan kali, dan memunculkan spekulasi bahwa warung tersebut menggunakan daging babi campuran. Warganet langsung ramai berkomentar, sebagian menyatakan marah, sebagian lain meminta klarifikasi lebih lanjut dari pemilik warung dan pemerintah daerah.

“Kalau memang benar, harus ada tindakan tegas. Tapi jangan sampai menuduh tanpa bukti,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.


2. Pemilik Warung Membantah Tuduhan Nonhalal

Pemilik warung yang belakangan diketahui bernama Sutrisno (45) langsung angkat bicara. Ia dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya menjual bakso nonhalal. Menurutnya, seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari daging sapi segar yang dibeli dari pemasok di Pasar Legi Solo.

“Saya muslim, dan saya juga makan bakso buatan saya sendiri. Tidak mungkin saya jual daging yang haram,” kata Sutrisno saat diwawancarai wartawan di warungnya, Rabu (tanggal menyesuaikan).

Ia menambahkan, isu tersebut membuat usahanya terguncang karena pelanggan menjadi takut datang. “Sejak kabar itu viral, omzet saya turun drastis. Padahal saya sudah jualan bakso lebih dari 10 tahun,” keluhnya.


3. Pemerintah dan MUI Solo Turun Tangan

Menanggapi ramainya isu ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surakarta bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo segera melakukan pemeriksaan lapangan. Petugas mendatangi warung, mengambil sampel bakso dan kuah untuk diuji di laboratorium.

Kepala DKPP Solo, Sri Wardhani, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebenaran isu yang berkembang di masyarakat.

“Kita tidak boleh berspekulasi. Semua harus berdasarkan hasil uji laboratorium. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Solo, KH Subari, menegaskan bahwa jika terbukti nonhalal, MUI akan meminta agar warung tersebut tidak lagi menggunakan label halal dan dilakukan pembinaan. Namun, jika terbukti halal, pihak MUI meminta masyarakat tidak menyebarkan fitnah.


4. Lokasi Warung di Kawasan Padat dan Strategis

Warung bakso tersebut berlokasi di Jalan KH Samanhudi, Pasarkliwon, yang dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner padat di Kota Solo. Banyak warga dan pengunjung luar daerah yang sering datang untuk mencicipi kuliner khas Solo di kawasan ini.

Beberapa pedagang sekitar mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Mereka mengatakan bahwa pemilik warung dikenal ramah dan sudah lama berjualan tanpa masalah.

“Selama ini pelanggan ramai, tidak pernah ada keluhan. Baru kali ini ada isu seperti ini,” ujar Slamet (52), salah satu pedagang di sekitar lokasi.


5. Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

Pemerintah Kota Solo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum pasti kebenarannya. Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, melalui pernyataan singkatnya meminta agar warga menunggu hasil uji resmi.

“Kalau ada isu seperti ini, biar petugas yang cek. Jangan asal viralkan dulu,” kata Gibran.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkot akan memperketat pengawasan makanan dan produk halal, terutama di kawasan wisata kuliner. Hal ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan semua pelaku usaha mematuhi standar kebersihan serta kehalalan produk.


Kesimpulan: Masih Menunggu Hasil Resmi

Hingga saat ini, hasil laboratorium terhadap sampel bakso dari warung di Pasarkliwon masih dalam proses pemeriksaan. Pemerintah menegaskan akan menyampaikan hasil secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berlarut-larut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak — baik pelaku usaha maupun masyarakat — untuk mengutamakan kejujuran, kehati-hatian, dan verifikasi informasi sebelum menyebarkan kabar yang belum terbukti.

Sementara itu, pemilik warung berharap agar usahanya tidak langsung dicap buruk sebelum ada hasil pasti. “Saya hanya ingin nama baik saya dipulihkan. Saya yakin, kebenaran akan terlihat,” ujarnya dengan nada haru.

Shoppe Mall