Solok – Rumah Tua Dihuni yang dihuni oleh tiga keluarga di Dusun Mardirejo, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, roboh secara mendadak saat hujan ringan turun.
Kepala Desa Kalikebo, Bapak Purwanto, menjelaskan bahwa kondisi rumah memang sudah sangat tua dan konstruksinya rapuh.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, penyebab utama adalah struktur bangunan yang melemah, bukan hujan lebat atau gempa.
Meskipun seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri saat ambrol, bangunan dinyatakan tidak layak dihuni lagi dan mereka saat ini menumpang di rumah kerabat.
Kondisi Lokasi & Penghuni
Rumah tersebut milik seorang warga berusia 80 tahun bernama Pairo. Ia bersama dua keluarga lainnya (total 3 KK) menempati rumah itu.

Baca Juga : Kapolres Magetan Apresiasi Livoli 2025 Berjalan Sukses
Saat kejadian, meskipun hujan hanya ringan, bangunan langsung ambrol. Hal ini menunjukkan bahwa faktor keausan dan kerusakan struktural telah berada pada titik kritis.
BPBD Kabupaten Klaten menyampaikan bahwa lokasi tinggal sementara diatur di rumah keluarga terdekat, dilengkapi terpal sebagai penutup sementara atas hujan atau angin.
Mengapa Bisa Ambruk?
-
Usia dan kondisi bangunan: Rumah sudah “tua” dan konstruksinya rapuh—menurut keterangan pihak desa dan BPBD.
-
Hujan ringan sebagai pemicu: Meski hujan tidak deras, penurunan daya dukung struktur kemungkinan menyebabkan runtuhnya bangunan.
-
Penilaian layak huni: Bangunan setelah kejadian dinyatakan tidak bisa dihuni sampai dilakukan perbaikan atau dibongkar.
Implikasi & Pelajaran
-
Kesiapan rumah tak layak huni: Kejadian ini menyoroti pentingnya program rehabilitasi rumah yang sudah tua atau tidak layak huni. Di Kabupaten Klaten, misalnya, terdapat program bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH) sejumlah 245 unit.
-
Pentingnya deteksi dini kondisi bangunan: Warga dan perangkat desa perlu melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi struktur rumah warga terutama yang sudah lama berdiri.
-
Respons cepat dari pemerintah daerah: Kejadian menunjukkan bahwa BPBD dan perangkat desa sudah tanggap memberikan bantuan sementara dan evakuasi awal.
-
Keselamatan penghuni rumah: Untungnya tidak ada korban jiwa—ini bisa jadi akibat penghuni cukup cepat menyadari kondisi darurat dan evakuasi dengan baik.
Apa Selanjutnya?
Pemerintah desa dan BPBD akan melakukan langkah-langkah berikut:
-
Mengatur hunian sementara yang layak bagi keluarga tersebut hingga rumah bisa diperbaiki atau dibangun ulang.
-
Melakukan pendataan kondisi rumah-rumah tua lainnya di Desa Kalikebo agar tidak terjadi insiden serupa.
-
Mendorong penerima bantuan rehab rumah untuk segera melakukan perbaikan struktural dan memastikan konstruksi aman.
Penutup
Peristiwa robohnya rumah tua di Desa Kalikebo ini memberikan gambaran nyata bahwa “tua” dan “rapuh” tidak hanya soal usia bangunan, melainkan soal kesigapan kita mengenali risiko dan bertindak sebelum kejadiannya.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun hujan ringan, jika bangunan sudah dalam kondisi lemah, maka konsekuensinya bisa besar. Semoga keluarga yang terdampak segera mendapat tempat tinggal yang aman dan nyaman, dan masyarakat setempat bisa lebih waspada terhadap kondisi fisik bangunan tempat tinggal mereka.
Jika Anda mau, saya bisa cari foto-terbaru lokasi dan kondisi kerusakan untuk dipakai sebagai dokumentasi — mau saya cari?






