Solok- Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok mengambil langkah signifikan untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pertanian. Melalui kegiatan bertajuk “Sinergi untuk Ketahanan Energi dan Pangan,” PLN mendorong para pengusaha untuk beralih ke energi listrik yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Acara ini berlangsung pada Selasa, 3 Juni 2025, di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok.
Kolaborasi untuk Energi Bersih
Kegiatan ini mengusung skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) 3 Pihak, yang melibatkan PLN, PLN Electricity Services (PLN ES), dan pelanggan. Dalam kolaborasi ini, PLN bertanggung jawab menyediakan pasokan listrik, sementara PLN ES, sebagai anak perusahaan PLN, menyediakan instalasi, peralatan, dan sarana listrik yang diperlukan untuk operasional huller.
PLN ES juga menawarkan kemudahan cicilan untuk alat-alat listrik, dengan uang muka (DP) minimal 10% dan tenor hingga 18 bulan. Skema ini menjadi pilot project pertama di Sumatera Barat dan diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk meringankan beban pengusaha dalam beralih ke listrik.
Praktik Nyata Konversi Energi
Huller ini telah merasakan manfaat beralih ke energi listrik yang lebih hemat, bersih, dan andal.

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak untuk mewujudkan usaha tani yang lebih maju dan berkelanjutan. Mak Pono menjadi bukti bahwa konversi ke listrik itu bukan hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan,” ujarnya.
Baca Juga: Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
Manfaat Huller Listrik
“Huller listrik jauh lebih menguntungkan. Biaya operasionalnya lebih hemat dibandingkan mesin berbahan bakar minyak, bebas dari asap dan polusi, serta lebih tenang saat dioperasikan. Kami ingin semakin banyak pengusaha merasakan manfaat ini, karena ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga langkah menuju usaha yang lebih bersih dan berkelanjutan,” jelas Hery.
Sambutan Positif dari Pengusaha
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya, Sarwendi, pengusaha huller asal Kayu Aro, Kabupaten Solok, merasa yakin untuk segera beralih. “Setelah melihat langsung Mak Pono, saya jadi semangat. Biaya lebih hemat, mesin tidak ribut, dan kita tak lagi tergantung pada solar yang kadang langka. Apalagi bisa dicicil, ini sangat membantu,” ujarnya dengan antusias.
Djasmir Ilyas, salah seorang pengusaha huller yang hadir, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. “Dengan adanya PKS 3 pihak ini antara kami, PLN, dan PLN ES, kami merasa lebih percaya diri untuk beralih ke listrik. Risiko lebih terukur, dan manfaatnya sangat besar bagi usaha lokal,” ungkapnya.
Harapan untuk Masa Depan Energi Bersih
PLN berharap kegiatan ini bisa menjadi titik awal dari gerakan besar untuk menghadirkan energi bersih dan terjangkau bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.






